Minggu, 25 Maret 2012

Drama Jayaprana dan Layonsari-Cerita rakyat dari Bali

Ass...
mohon maaf ni sebelumnya karena gue lama nggak update lagi.... yah, karena disebabkan oleh berbagai faktor lah, maklum gue kan masih pelajar. masih sibuk belajar(tentunya), sibuk berorganisasi, sibuk kegiatan extrakurikuler, dan juga sibuk dengan setumpuk tugas yang selalu siap menanti dimana pun dan kapan pun (maksud lo nggi...)eh, by the way kalau ngomongin tugas, gue pernah dapet tugas yang cukup bikin cape' tapi hasilnya... yah, nggak mengecewakan lah, lumayan dapet nilai terbaik dalam praktek B. Indonesia xixixixixi....

Tugasnya adalah mementaskan sebuah drama musical yang diambil dari cerita rakyat Bali, yaitu Jayaprana dan Layonsari. mungkin judul dari cerita rakyat tersebut terdengar asing kali yakk.. tapi sebelumnya, monggo di tengok dulu ceritanya... Cerita Rakyat Jayaprana dan Layonsari
trus... ada versi naskah dramanya nih,,, dengan sedikit amandemen (lu kira UUD 45??) tapi tidak mengubah naskah aslinya, jadinlah naskah dramanya seperti ini...
Babak I
latar                       :
lagu                        :
property              :
efek suara           :
Dahulu kala hiduplah sepasang suami istri di desa Kalinget. Mereka mempunyai 2 orang anak perempuan. Yang pertama adalah Layonsari dan yang kedua adalah Sripandana. Pada suatu malam, bapak, ibu dan adik Loyansari sedang mengobrol di ruang tamu sembari menunggu kedatangan Layonsari dari desa seberang.
Ibu Layonsari     : (mondar-mandir) pak, hari sudah malam. Namun Layonsari tidak pulang-pulang…”
Bapak Layonsari: sudah tenang saja, mungkin ia masih dalam di jalan , bu.
(ketika bapak , ibu dan adik Layonsari sedang mengobrol di ruang tamu, tiba-tiba mereka mendengar suara yang aneh)
Perampok 2        : kreekkk… (membuka pintu belakang rumah Layonsari) Bli, bagaiamana kalau kita ketahuan?
Perampok 1        : bunuh saja mereka! Ssst… sudahlah jangan berisik…”
Bapak Layonsari                : (mendengar suara orang) bu, sepertinya ada suara orang dibelakang rumah kita..”
Iibu Layonsari    : iya, pak. Mari kita lihat.
(bapak, ibu dan adik Layonsari pun melihat kebelakang rumahnya dan betapa terkejutnya mereka, ketika melihat ada perampok yang sedang menyusup masuk ke rumah mereka)
Bapak Layonsari                : siapa kalian?! Hendak apa kalian di rumah kami?!
Ibu Layonsari     : aduh, pak… bagaimana ini?! (ibu Layonsari dan anaknya bersembunyi dibelakang suaminya)
Perampok 1        : sudah! Tak usah banyak bicara! Serahkan harta kalian atau nyawa kalian taruhannya!!! (mengeluarkan pedang)
Bapak Layonsari                : tidak ! tidak akan aku serahkan! (berusaha melindungi istri dan anaknya)
Perampok 1        : kalau begitu, terimalah ini ! (menghunuskan pedang ke tubuh bapak Layonsari)
Bapak Layonsari                : aaaa!!! (tergelatak tak berdaya)
Ibu Layonsari     : (menghampiri suaminya) bapak… bangun pak…
Sripandana         : (menangis) bapak jangan tinggalkan kami…
Ibu Loyan sari    : pergi kalian dari rumahku!!
Perampok 2        : kau mencoba melawan kami! Terima ini ! (mengeluarkan pedang dan berusaha menusukkannya ketubuh ibu layonsari)
(naasnya, pedang itu mengenai tubuh Sripandana)
Sripandana         : ibuuuu!! (suaranya tertahan dan tewas seketika)
Ibu Layonsari     : anakku… bangun nak, bangun… (menghampiri perampok) dasar menusia biadab! Kau telah membunuh semua keluargaku!
Perampok 1        : apa katamu?! Wanita tak tau diri! Terimalah ini ! (menusukkan pedangnya ketubuh layonsari)
Ibu layonsari      : aaaa!!! (tergeletak penuh darah)
Perampok 2        : ayo bli! Kita rampas semua hartanya dan setelah itu kita langsung pergi dari rumah ini!
(setelah mereka mengambil semua harta milik keluarga Layonsari, mereka langsung pergi dari rumah itu tanpa memperdulikan keluarga Layonsari. Tak lama kemudian, layonsari dating kerumahnya)
Layonsari             : bapak… ibu… layon pulang…(membuka pintu rumahnya dan terkejut krena rumahnya begitu berantakan) loh sepi dan berantakan sekali… pak… bu… kalian dimana? (mencari disetiap sudut rumahnya dan ia pun terkejut ketika melihat keluarganya tewas tergeletak dilantai dapur rumahnya) bapak, ibu, adik!!! Bangun….. jangan tinggalkan layon sendiri pak bu… siapa yang tega melakukan ini pada kalian… pak, bu… layon butuh bapak ibu dan juga Sri… pak, bu… bangun….” (Menangis..)
Babak II
Latar                      :
lagu                        :
property              :
Efek suara           :
Beberapa tahun kemudian, Layonsari tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita. Namun, karena ia hidup sebatang kara, ia tak sanggup menjalaninya. Layonsari pun menjadi abdi di kerajaan Ratu Kalianget. Karena ia adalah abdi yang rajin, ratu Kalianget pun menyukainya. Layonsari pun diangkat menjadi anaknya.
Ratu Kalianget   : pengawal, ku titahkan kalian untuk memanggil Layonsari mengahadapku.
Pengawal 1 & 2 : baik baginda ratu. (pergi memanggil layonsari dan dibawa menghadap ratu)
Layonsari             : sembah sujudku ibunda Ratu Kalianget. Ada apakah gerangan ibunda Ratu memanggilku?
Ratu Layonsari   : begini Layonsari, kau adalah sosok seorang gadis yang cantik dan rajin. Wajarlah, jika para pandawa disini menyukaimu. Dan ku rasa, sudah saatnya kau untuk menikah. Jika kau tidak keberatan, pilihlah salah satu dari mereka, lalu jadikanlah suamimu.
Layonsari             : maaf ibunda ratu, hamba bukan bermaksud untuk menollak titak dari ibunda. Hamba hanya ingin menika, tapi bukan dengan pandawa-pandawa istana (diam sejenak) dengan penuh hormat jika diperkenankan, izinkanlah hamba untuk mencari calon suami hamba diluar istana.
Ratu Kalianget   : baiklah Layonsari, jika itu yang kau inginkan, aku pun tidak akan menghalangimu untuk memilih calon suami yang sesuai dengan pilihan hatimu.
Layonsari             : terimakasih ibunda Ratu, hamba mohon diri untuk mencari udara segar sana.
(layonsari pun pergi ke luar istana)
Saat ditengah jalan tak jauh dari istaba, tiba-tiba seorang pemuda tampan menabraknya
Layonsari             : brakkk! (terjatuh di tanah bersama pemuda tampan itu)
Jayaprana            : maaf-maaf. Saya benar-benar tidak sengaja. Saya sedang buru-buru (menatap Layonsari)
Layonsari             : (tersenyum) eh i..ii..iya tidak apa-apa, kok
Jayaprana            : siapa namamu gadis cantik?
Layonsari             : nama saya Layonsari, dan siapa namamu dan dari mana kau berasal? Sepertinya saya tidak pernah melihatmu?
Jayaprana            : nama saya Jayaprana, saya dari desa sekar putra Jero Bandesa. Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu.
Layonsari             : mari, silahkan…
(layonsari pun terpesona ketampanan dan keramahan Jayaprana. Ia jatuh hati kepadanya. Setelah pulang dan mencari udara segar, Layonsari memberitahu ratu Kalianget bahwa ia telah menemukan calon suaminya)
Layonsari             : dengan penuh rasa hormat ibunda ratu Kalianget. Saya ingin menyampaikan bahwa saya telah menemukan calon suami saya.
Ratu kalianget   : dari desa mana dia berasal?
Layonsari             : ia berasal dari desa Banjar Sekar, ia putra dari bapak Jero Bandesa
Ratu Kalianget   : baiklah kalau begitu. (menulis surat). Pengawal, berikan surat ini kepada Jero Bandesa di desa Banjar Sekar.
Pengawal 1& 2  : baik baginda ratu (pergi menuju desa Banjar Sekar)
Ratu Kalianget   : Layonsari, surat itu berisi undangan untuk menghadap saya. Jadi hendaklah kau bersiap-siap.
Layonsari             : baik ibunda.
(ketika malam tiba , kelurga Jayaprana dating ke kerajaan Kalianget)
Pengawal 1         : apakah kalian keluarga bapak Jero Bandesa?
Ibu Jayaprana    : benar. Kami adalah keluarga Jero Bandesa.
Pengawal            : kalau begitu, silahkan masuk.
(keluarga Jayaprana masuk kedalam istana dan bertemu Ratu Kalianget)
Ratu Kalianget   : (menatap Jayaprana dan terpesona) silahkan duduk
Jayaprana            : terimakasih baginda Ratu.
Bapak Jayaprana              : maaf baginda ratu, jika kami boleh tahu, ada maksud apakah kami diundang kemari?
Ratu Kalianget   : begini, anak saya Layonsari terpikat oleh keramahan putra bapak. Saya sebagai ibundanya, ingin sekali menikahi putri saya dengan putra bapak.
Bapak jayaprana               : untuk persoalan itu , saya serahkan kepada putra saya.
Jayaprana            : baiklah, saya pun menaruh hati kepada putri baginda ratu. Ia adalah sosok gadis yang rajin dan tidak sombong.
Ratu Kalianget   : kalau begitu, esok hari akan ku laksanakn pernikahan kau dengan dengan putriku. Untuk kelancarannya, silahkan kalian menginap dan beristirahat disini. Penmgawal…
Pengawal 2         : ada apa baginda ratu memanggil kami?
Ratu Kalianget   : antarkan keluarga ini ke kamar peristirahatan mereka.
Pengawal 1 & 2 : baik baginda ratu. (mengantarkan keluarga Jayaprana ke kamar istirahatnya)
Ratu Kalianget   : dan kau Loyansari, silahkan kau menuju kamarmu untuk beristirahat agar besok pernikahanmu berjalan lancar.
Loyansari             : baik ibunda. (pergi ke kamarnya)
Setelah semua tertidur, Ratu Kalianget menyusun strategi untuk mendapatkan calon suami putrinya itu, namun tanpa sengaja Layonsari terbangun ditengah malam tersebut dan mendengar pembicaraan ibunda dengan para pengawal-pengawalnya.
Ratu Kalianget   : pengawal, aku ingin kalian membunuh Layonsarti setelah mereka nanti.
Pengawal 1         : bagaimana bisa baginbda rati kami melakukannya.
Ratu Kalianget   : bagaimana pun kalian harus bisa. Jika kalian tidak bisa, nyawa kalianlah taruhannya.
Pengawal 2         : tapi mengapa ratu tega melakukan ini pada tuan putri Loyansari?
Ratu Kalianget   : karena aku mencintai suami Loyansari, Jayaprana. Karena itu kalian harus bisa membunuhnya.
(Loyansari tersentak kaget saat mendengar pembicaraan itu)
Pengawal 1&2   : baiklah baginda ratu. (ratu dan pengawal pergi)
Layonsari             : (masuk) bagaimana bisa ibunda ratu berbuat seperti itu? (menangis) tapi, selama ini ia telah berbuat baik padaku. Tuhan…  bagaimana ini?
Jayaprana            : (masuk) Layon…
Layonsari             : (terkejut) kakanda… (pura-pura menghapus air mata)
Jayaprana            : mengapa kau masih disini , adinda? Besok adalah hari besar kita. Bsok adalah cinta kita, dan esok seterusnya…
Layonsari             : kakanda benar…
Babak III
Latar                      :
Lahu                      :
Property              :
Efek suara           :
Ratu Kalianget   : dengan ini, aku sahkan kalian menjadi pasangan suami istri yang berbahagia.. (menyatukan tangan Jayaprana dan Layonsari)
Layonsari             : (mencium tangan suaminya)
Seluruh rakyat Kalianget pun bergembira. Namun sesungguhnya hati Layonsari dihantui rasa ketakutan.
Babak IV
Latar      :
Lagu       :
Property              :
Efek suara           :
Setelah beberapa hari menikah, Ratu Kalianget melaksanakan akal bulusnya untuk merebut suami Layonsari. Pada suatu hari, ketika Jayaprana pergi berburu, Layonsari disekap pengawal dan Ratu Kalianget.
Ratu Kalianget   : wahai kau Loyansari. Kau tak akan bisa memiliki Jayaprana untuk selamanya. Kau harus mati dan akulah yang akan menggantikan posisimu sebagai istri Jayaprana.
Layonsari             : tidak ibunda     ! Ku  pikir kau adalah ratu yang baik namun ternyata kau lebih dari seekor serigala ! tidak ! aku tidak akan membiarkan kau menikah dengan suamiku! Karena aku pun mencintainya!!
Ratu Kalianget   : Hahahaha… Mimpi apa kau gadis tak tahu diri!!! Pengawal !! bunuhlah dia!!
Pengawal 1         : tapi baginda ratu…
Ratu Kalianget   : cepat lakukan!!
Pengawal 2         : ba.. baik baginda (mengambil pedangnya dan menusukkannya ketubuh Layonsari)
Layonsari             : aaahh… n(tergeletak dan terbalur banyak darah)
(Jayaprana yang kebetulan pulang dari berburu, tanpa sengaja melihat kejadian itu)
Jayaprana            : ibunda Ratu? (melihat istrinya tergeletak) istrikuuuu…. (dipangkunya  Layonsari)
Layonsari             : (menangis dan menahan sakit) ka.. kanda…”
Jayaprana            : (menangis) mengapa dinda..
Layonsari             : ini.. ini semua atas kehendak ibunda kanda… ia, ia sendiri mencintaimu kakanda… uhk uhk uhk.. sesungguhnya sudah tau ini sebelumnya, tapi uhkuhkuhk… (mati)
Jayaprana            : adinda… bangun dinda… Adinda….!!! (teriak dan menangis)
(song : Hanyalah cinta)
Ratu Kalianget   : Hahahaha…!!! Jangan kau sesali apa yang telah terjadi, Jayaprana! Kini, hanya ada aku seorang! Hahahaha!!
Jayaprana            : (bangkit) bagaimana aku bisa mencintai orang sepertimu, yang telah membunuh istri yang paling aku cintai! Jika aku menikahimu, itu sama saja aku mengkhianatinya!
Ratu Kalianget   : aku tidak peduli! Aku ratu disini dan aku perintahkan kau untuk menjadi suamiku!
(Song ; Pemain Cinta)
Ratu Kalianget   : bagaimanapun kau harus menjadi suamiku!
Jayaprana            : tidak akan pernah dan jangan berharap itu terjadi padamu ratu kejam!!!
Ratu Kalianget   : aku tidak peduli semua itu, karena aku mencintaimu, Jayaprana!
 (Song : Jadi Milikmu)
(Song : Cinta Ini Membunuhku)
Jayaprana            : Aku tidak akan sudi menikahimu, ratu yang telah membunuh anaknya sendiri! Lebih baik aku mati bersama istriku daripada harus menikah dengan orang seperti mu!
Ratu Kalianget   : jangan! Jangan kau lakukan hal bodoh seperti itu, Jayaprana!
Jayaprana            : ( mengambil pedang dan menusukkannya ketubuhhnya sendiri)
Ratu Kalianget   : tidak..!!! bagaimana kau bsa melakukan semua ini Jayaprana! (menangis) ini semua adalah salahku! Kini, aku hanyalah seorang diri disini…L
(Song : Tega)
Ratu Kalianget   : tuhan!! Hamba ini pantas mati!! Setelah semua yang telah hamba lakukan! Menangis! Aku adalah wanita paling bodoh! Aku tidaklah pantas menjadi seorang ratu! ( menangis)
Setelah apa  yang dia perbuat, Ratu Kalianget pun pantas mendapatkannya. Akibatnya adalah, ia kehilangan anaknya juga Jayaprana, orang yang ia cintai. Sekarang menjadi seorang batang kara. Meskipun hidup megah dan menjadi sosok ratu, tapi perasaannya tetaplah diliputri rasa bersalah. Nah, amanat yang disampaikan dari drama kali ini adalah: “supaya kita jangan berbuat egois pada perasaan kita sendiri. Kita juga harus mementikan perasaan orang lain juga.”
 Untuk gambar para pemainnya dan sebelum pementasan...
Make up di rumah... hehehe..

 Sang Layonsari dan Adik tercintanya Sripandana
Layonsari...
 Ratu Kalianget








 pengawal 1, Jayaprana, Bapak Layonsari, dan Pengawal 2... cu'co deh boooo...
 Suasana di kelas sebelum tampil !!

 cuit2... pengawal dan sang kekasih...
 Jayaprana siap untuk mangkal di lampu merah !




 Persiappan backsound...


 R : Mau nggak kamu jadi pacar aku ?
E : ogah ! esemes nggak pernah telepon nggak pernah
R : aku nggak punya Hape... T_T

 Siapa yang berani menantang perintahku ...?! maka kursi ini aka menjadi korbannya !! *??*
 Backsound was ready !!

 Jangan coba2 dekat2 , paparazzi..!!


 geulis nh si Layonsari





Aih... bikin envy... :-( buahahaha











Kesuksesan sebuah pementasan tentunya tergantung dari jadwal latihan mereka kan ? nah, disini gambar2 moment saat latihannya :





ok, sampe disini dlu sharenya, sayanganya untuk vidio belum bisa nih, kapan-kapan deh insyallah di sahre kok... ok,ditunggu komennya ya kawand !! :-)

2 komentar:

Leni Eliza mengatakan...

Keren bnget naskah dramanya

Anggy Ningrum mengatakan...

Terimakasih:)